Senin, 10 November 2014

Sejarah Sony


Sony adalah perusahaan elektronik yang berpusat di Tokyo, Jepang. Sekarang ini Sony merupakan produsen elektronik terbesar di dunia dan salah satu perusahaan terbesar di Jepang dan dunia. Perusahaan Sony diperdagangkan di Bursa Saham Tokyo dengan nomor 6758 dan Bursa Saham New York sebagai SNE melalui ADR.

Pada akhir 1945, setelah Perang Dunia II, Masaru Ibuka memulai sebuah toko perbaikan radio di sebuah departemen toko bangunan di Nihonbashi Tokyo. Tahun berikutnya, ia bergabung dengan rekannya Akio Morita dan mereka mendirikan sebuah perusahaan bernama Tokyo Tsushin Kogyo KK, yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris = Tokyo Telecommunications Engineering Corporation. Perusahaan pertama di Jepang yang membuat tape recorder yang disebut Tipe-G.

Pada awal tahun 1950, Ibuka pergi ke Amerika Serikat dan mendengar tentang 'penemuan transistor Bell Labs. Ia yakinkan Bell untuk lisensi teknologi transistor ke perusahaan Jepang. Sementara kebanyakan perusahaan-perusahaan Amerika meneliti transistor untuk aplikasi militer, Ibuka dan Morita memandang menerapkannya untuk komunikasi. Meskipun perusahaan-perusahaan Amerika dan Texas Instruments Kabupaten membangun radio transistor pertama, itu Ibuka perusahaan yang membuat mereka sukses secara komersial untuk pertama kalinya. Pada bulan Agustus 1955, Teknik Telekomunikasi Tokyo merilis Sony TR-55, transisitor radio pertama yang diproduksi secara massal. Mereka mengikuti sampai pada bulan Desember tahun yang sama dengan merilis Sony TR-72, sebuah produk yang memenangkan mendukung baik di dalam Jepang dan di pasar ekspor, termasuk Kanada, Australia, Belanda dan Jerman. Menampilkan enam transistor, push-pull output dan sangat meningkatkan kualitas suara, TR-72 terus menjadi penjual populer ke awal 60-an.

Pada bulan Mei 1956, perusahaan merilis TR-6, yang menampilkan desain ramping yang inovatif dan kualitas suara yang mampu menyaingi tabung radio portabel. Itu untuk TR-6 bahwa Sony untuk pertama kalinya dikontrak "Atchan", sebuah karakter kartun yang diciptakan oleh Fuyuhiko Okabe, untuk menjadi karakter iklannya. Kini dikenal sebagai "Sony Boy", karakter pertama kali muncul dalam iklan kartun memegang TR-6 ke telinganya, tetapi melanjutkan untuk mewakili perusahaan dalam iklan untuk berbagai produk dengan baik ke dalam pertengahan tahun enam puluhan. tahun berikutnya, 1957, Teknik Telekomunikasi Tokyo keluar dengan TR-63 model, maka terkecil (112 × 71 × 32 mm) radio transistor produksi komersial. Itu adalah sukses komersial di seluruh dunia.

University of Arizona profesor Michael Brian Schiffer, Ph.D., mengatakan, "Sony bukan yang pertama,tapi radio transistor mereka adalah yang paling berhasil. TR-63 tahun 1957 menembus pasar AS dan meluncurkan konsumen industri baru mikroelektronika. " Pada pertengahan tahun 1950-an, remaja Amerika telah mulai membeli radio transistor portabel dalam jumlah besar, membantu untuk menggerakkan industri masih muda dari sekitar 100.000 unit di tahun 1955 untuk 5.000.000 unit pada akhir 1968.
markas sony pindah ke Minato, Tokyo dari Shinagawa, Tokyo sekitar akhir tahun 2006.

Sejarah SONY :
Sony didirikan pada 7 Mei 1946 dengan nama Perusahaan Telekomunikasi Tokyo dengan sekitar 20 karyawan. Produk konsumen mereka yang pertama adalah sebuah penanak nasi pada akhir 1940an. Seiring dengan berkembangnya Sony sebagai perusahaan internasional yang besar, ia membeli perusahaan lain yang mempunyai sejarah yang lebih lama termasuk Columbia Records (perusahaan rekaman tertua yang masih ada, didirikan pada tahun 1888).

Ketika Tokyo Tsushin Kogyo sedang mencari nama yang sudah diromanisasi (bukan dalam bahasa maupun tulisan Jepang) untuk memasarkan perusahaan mereka, mereka mempertimbangkan dengan kuat untuk menggunakan singkatan mereka, TTK. Alasan mereka tidak memilihnya adalah karena ada perusahaan kereta api Tokyo Kyuko yang saat itu dikenal sebagai TKK.

Nama "Sony" dipilih sebagai gabungan kata Latin sonus, yang merupakan akar dari sonik dan bunyi, dan kata Inggris sonny ("anak kecil") yang setelah dikombinasikan berarti sekelompok kecil anak muda yang memiliki energi dan kemauan keras terhadap kreasi dan inovasi ide yang tak terbataskan. Pada saat itu, sangatlah aneh bagi sebuah perusahaan Jepang untuk menggunakan huruf Roman untuk mengeja namanya, apalagi penggunaan aksara fonetis yang digunakan dalam penulisan bahasa Jepang (daripada menggunakan aksara Tionghoa). Dan pada 1958 perusahaan mulai secara formal mengadopsi nama " Sony Corporation " sebagai nama perusahaan.

Langkah ini mendapatkan tentangan; bank yang merupakan sponsor TTK saat itu, Mitsui mempunyai perasaan yang kuat terhadap nama tersebut. Mereka menginginkan nama seperti Sony Electronic Industries, atau Sony Teletech. Tetapi pendirian Akio Morita tetap teguh, karena dia tidak ingin nama perusahaannya terkait dengan industri apapun juga. Akhirnya, sang Ketua Bandai dan Presiden Masaru Ibuka memberikan persetujuannya.

Pada 1988, Sony membeli CBS (Columbia) Records Group dari CBS. Ia kemudian dinamakan "Sony Music Entertainment".

Pada 2000, Sony mempunyai penjualan sebesar US $63 milyar dan 189.700 karyawan. Sony mengakuisisi perusahaan Aiwa
pada 2002,Sony juga memiliki saluran televisi di India dan saluran-saluran yang ditujukan untuk komunitas India di Eropa.


Standar Sony :

Sony secara sejarah terkenal karena sering memaksakan standar ciptaan mereka sendiri untuk teknologi perekaman dan penyimpanan, yang sering berbeda dari buatan perusahaan lain / dari tren di pasaran . Yang paling terkenal dari semuanya adalah perang format kaset video pada awal 1980-an, ketika Sony memasarkan sistem Betamax mereka untuk perekam kaset video melawan format VHS buatan JVC. Pada akhirnya, VHS mendapatkan tempat di pasaran luas dan menjadi standar dunia untuk pemutar kaset video rumahan dan Sony terpaksa mengalah.

Sony juga menggunakan modul memori MemoryStick mereka untuk kamera digital dan peralatan portabel lainnya, yang sedikit digunakan perusahaan lainnya. Sony juga mencoba bersaing dengan zip drive Iomega dan Imation Superdisk melalui HiFD buatan mereka namun gagal besar.
Perkembangan

Pada 20 Juli 2004, Uni Eropa menyetujui merger 50-50 antara Sony Music Entertainment dan BMG. Perusahaan baru tersebut akan bernama Sony BMG dan akan bersama rekan RIAA Universal, menguasai 60% dari pasar musik dunia.

Pada 13 September 2004, sebuah konsorsium pimpinan Sony menyelesaikan perjanjian untuk membeli studio film terkenal Metro-Goldwyn-Mayer seharga $5 milyar, termasuk $2 juta dalam bentuk hutang. (tapi ane percaya, hutang ini bisa terlunasi oleh film2 bermutu yang akan diahasilkan metro-goldwin-meyer berikutnya, contoh james bond series, )

berikut produk yang dihasilkan oleh sony :

TV = sony memiliki jajaran tv BRAVIA yang memiliki fitur2 canggih, seperti full hd 1080p definition,hdmi,usb slot,layar led triluminos,motionflow (memperhalus gerakan),dan 10-bit colour,dan bravia engine sbagai mesin grafisnya,(tpi kebanyakan bravia dengan spek canggih ini cuma ada di seri tertentu, seperti seri X,ZX,EX,dan W,untuk kamus pribadi agan sekalian, BRAVIA adalh singkatan dari Best Resolution Audio Visual Integrated Architecture


COMPUTER = VAIO adalah seri komputer dari sony, untuk kamus pribadi agan2, vaio adalah singkatan dari Visual Audio Intelligence Organiservaio sendiri punya jajarn laptop canggih semacam seri Z,FW,dan AW,....jajaran komputer tersebut sudah memiliki spesifikasi tinggi yang dibutuhkan pengguna untuk ngakses berbagai macam aplikasi dan media yang berat,


MUSIC PLAYER = SONY juga memiliki jajaran musik player, yang bernama WALKMAN,music player lagendaris (sebelum akhirnya tahta raja music player jatuh ke ipod) sebenarnya walkman sendiri mempunya seri "ultimate-nya" yaitu walkman seri X. walkman seri x sudah memakai layar oled touchscreen,dan mempunyai kapasitas penyimpanan sampai 16 dan 32 gb,

GAME CONSOLE = SONY juga memiliki game yaitu playstation.

Sumber: http://www.catatansejarah.com/2010/11/sejarah-awal-mula-berdiri-sony.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar